Tgl 3 Maret 2018...
Hari ini saatnya aa untuk tes di pesantren Tasdiqul Qur'an yang beralamat di Jl. Cihanjuang, Cibaligo. Pagi itu hujan deras sekali, alhamdulillaah mudah-mudahan hujan yang membawa berkah buat kita semua.aamiin. Kami sampai harus ikut berteduh dulu di tukang bubur, sekalian sarapan dulu..
Tak berapa lama kami akhirnya sampai di Pondok pesantren Tasdiqul Qur'an. Disana sudah dimulai tesnya yang terdiri dari tes tulis matematika,IPA,Pendidikan Agama Islam dan tes potensi akademik. Aa Najwan langsung masuk kelas untuk mengikuti tes. Sambil menunggu aa ujian, saya ngobrol dengan ibu-ibu yang juga sedang mengantar anaknya ikut ujian. Ibu itu ternyata orang Sukabumi, pendaftaran melalui jalur bea siswa. Oh, ternyata ada juga jalur bea siswa, dengan syarat minimal hafal 1 juz al quran.
Kembali ke aa Najwan, setelah selesai tes tertulis, dilanjutkan dengan tes tahsin, dan tahfidz. Untuk tes tahfidz diberikan waktu 30 menit untuk menghafal. Setelah itu istirahat,sholat dan makan. Kemudian dilanjutkan dengan tes tertulis Pendidikan Agama Islam, tes minat atau tes akademik. Alhamdulillaah hari ini selesai juga , selesai sampai sekitar jam 14.00. Kemudian kami pulang, qodarullah pulang juga ternyata hujaaan...
Allohumma shoyiban naafi'a....
Senin, 12 Maret 2018
Tes Masuk
Rabu, 03 Januari 2018
Karena Berubah butuh teman
Tulisan ini saya ambil dari channel telegramnya Ust Arafat, semoga bermanfaat bagi kita semua.. Dua orang sahabat tinggal berjauhan,terpisah benua dan samudera. Salah seorang dari mereka mengirim email kepada sahabatnya itu,"Brother,bagaimana kabarmu? Aku hanya ingin bertanya mengapa bibit pohon darimu selalu gagal tumbuh setiap kali aku menanamnya?" Tidak membutuhkan waktu lama,email itu segera mendapat balasan, "Kabar baik saudaraku!Udara dingin seperti biasanya,Aku juga merasa heran, sebab bibit yang sama selalu tumbuh subur didesaku. Cobalah kau gunakan pupuk yang aku kirimkan padamu." Sang sahabat kembali menanggapi dalam waktu cepat, "Brother, aku sudah gunakan pupuk itu,tentu saja. Begitu pula saran-saranmu tentang teknik menanam bibit. Tetapi semua tampak sia-sia. Ah,bukankah kau punya seorang paman ahli tanaman?Cobalah tanyakan masalah ini padanya!" Kali ini, beberapa hari tidak ada email masuk dari sahabatnya itu. Mungkin karena ia memang sedang mencari waktu yang tepat untuk menemui pamannya. Begitu jawaban telah diperoleh,bergegas ia melayangkan email kembali, "Akhirnya aku tahu apa yang sebenarnya terjadi saudaraku! Saat aku ceritakan semua kepada paman,ia justru tertawa lebar,dan menyelesaikan teka-teki ini dengan satu kalimat saja, katanya pohon teh mana mungkin tumbuh di padang pasir!" Begitulah salah satu nostalgia antara dua sahabat. Yang satu tinggal di negeri arab,dan satu lagi berasal dari keluarga petani teh di puncak pegunungan. Intinya,makhluk hidup itu beradaptasi dengan lingkungan. Ia hidup dipengaruhi dengan apa yang disekelilingnya. Pohon teh membutuhkan hawa dingin. Pohon kaktus tetap nyaman di padang tandus. Manusia? Tidak ada bedanya. Kita tumbuh di pengaruhi oleh siapa teman kita,seperti apa lingkungan sosial yang kita tekuni, dan apa buku yang kita baca. Jadi tidak usah mencoba-coba menantang lingkungan yang mendukung kita untuk berubah. Akan jauh lebih ringan jika kita yang memilih sendiri. Sering-sering menjalin silahturahmi dengan orang-orang soleh. Pilah dan pilih media sosial yang positif. Bacalah buku-buku yang menemani kita memperbaiki diri. Karena berubah butuh teman.